Prabowo Subianto menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tidak akan berdampak langsung bagi kehidupan masyarakat di pedesaan. Pasalnya, rakyat tidak menggunakan dolar AS dalam transaksi pembayaran.
Namun, Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Nailul Huda menilai klaim Prabowo tersebut kurang tepat.
“Klaim Prabowo bahwa dolar naik masyarakat desa tidak terdampak itu adalah klaim yang keliru, dan pelemahan rupiah akan memicu inflasi impor (imported inflation) yang pada akhirnya turut dirasakan masyarakat desa” ujar Nailul. Artinya, pelemahan rupiah akan mengakibatkan kenaikan harga pada barang-barang impor hingga bahan bakar minyak (BBM) yang masih banyak dipenuhi dari impor.
“Inflasi dari impor akan mulai naik ke depan terutama akibat biaya distribusi BBM naik, harga barang naik. Imported inflation akan terjadi, terutama untuk barang yang terkait impor, baik bahan baku, penolong, ataupun konsumsi”. Ia memperkirakan kenaikan harga mulai terasa dalam dua hingga tiga bulan ke depan.
Meski begitu, Prabowo mengatakan, Indonesia memiliki ekonomi dan fundamental yang kuat. Dia meminta rakyat percaya terhadap kekuatan Indonesia, sementara pejabat harus bekerja untuk rakyat. “Percaya ekonomi kita kuat, fundamental kita kuat. Orang mau ngomong apa ya, mau apa, Indonesia kuat. Percaya kepada kekuatan kita. Percaya kepada rakyat kita. Semua pemimpin harus bekerja untuk rakyat,” tuturnya.