Foto: KBRI Kazakhstan
Foto: KBRI Kazakhstan

Indonesia Bidik Peluang Ekspor ke Eurasia Lewat Kerja Sama Baru dengan Kazakhstan

Indonesia membuka peluang ekspor lebih besar ke kawasan Eurasia setelah memperkuat kerja sama ekonomi dengan Kazakhstan dalam Sidang Komisi Bersama (SKB) kedua di Astana. Kesepakatan itu menjadi bagian dari persiapan implementasi Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (Indonesia–EAEU FTA) yang telah ditandatangani pada Desember 2025 dan kini memasuki tahap ratifikasi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kerja sama tersebut akan difokuskan pada sejumlah sektor prioritas, mulai dari energi dan sumber daya mineral, ekonomi digital dan artificial intelligence (AI), hingga ketahanan pangan dan konektivitas logistik. Kazakhstan sendiri telah menetapkan 2026 sebagai Tahun Digitalisasi dan Artificial Intelligence sebagai bagian dari program revitalisasi ekonomi nasional mereka.

Selain itu, Indonesia juga mendorong perluasan akses pasar untuk berbagai produk unggulan nasional. Produk yang diprioritaskan antara lain minyak kelapa sawit dan turunannya, alas kaki, produk karet, peralatan listrik dan mekanik, produk perikanan, kopi, buah tropis, hingga makanan olahan. Pemerintah berharap kerja sama ini dapat menjadi strategi diversifikasi pasar ekspor Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Bagikan artikel ini: