Foto: Hadith Hotel Samarkand Uzbekistan
Foto: Hadith Hotel Samarkand Uzbekistan

Hadith Hotel Jadi Akomodasi Resmi Delegasi Forum Islam Internasional di Uzbekistan, Perkuat Posisi Investasi Indonesia di Sektor Hospitality Premium

Hadith Hotel yang berada di kawasan kompleks makam Imam Bukhari, Samarkand, resmi ditunjuk sebagai salah satu akomodasi bagi delegasi Forum Islam Internasional I yang digelar di Uzbekistan pada 7–11 Juli 2026. Hotel bintang lima milik perusahaan investasi asal Indonesia EGI Resources tersebut juga menjadi lokasi sejumlah agenda dan pertemuan forum yang dihadiri lebih dari 300 ilmuwan, peneliti, tokoh agama, dan pakar dari berbagai kawasan dunia, mulai dari Timur Tengah hingga Eropa. Penunjukan ini menegaskan posisi Hadith Hotel sebagai salah satu fasilitas hospitality premium di kawasan wisata religi Imam Bukhari yang memiliki nilai historis dan spiritual tinggi.

Forum bertajuk “Peradaban Islam: Jalan Perdamaian, Toleransi, dan Pencerahan” ini diselenggarakan oleh Pusat Peradaban Islam Uzbekistan bersama ICESCO (Islamic World Educational, Scientific and Cultural Organization). Selama lima hari, rangkaian kegiatan berlangsung di Tashkent, Samarkand, dan Termez, mencakup sidang pleno tingkat tinggi, konferensi ilmiah internasional, pameran manuskrip kuno, kaligrafi Islam, hingga pemutaran film dokumenter. Forum ini juga menyoroti kontribusi ulama besar Asia Tengah seperti Imam Bukhari, Imam Maturidi, Imam Tirmidzi, hingga Alisher Navoi dalam membentuk tradisi keilmuan dan dialog peradaban Islam.

Dari sisi investasi, keterlibatan Hadith Hotel sebagai akomodasi resmi sekaligus lokasi kegiatan forum dinilai menjadi momentum strategis bagi EGI Resources untuk memperkuat ekspansi di sektor pariwisata dan perhotelan internasional berbasis heritage. Kepercayaan dari penyelenggara Uzbekistan tidak hanya meningkatkan visibilitas hotel sebagai satu-satunya properti bintang lima di kawasan tersebut, tetapi juga menandai semakin kuatnya peran investasi Indonesia dalam pengembangan ekosistem wisata religi dan diplomasi budaya di Asia Tengah.

Bagikan artikel ini: