Desi Purnama Sari, istri jurnalis ANTARA Muhammad Bagus Khoirunas, masih berharap suaminya bersama tujuh orang lainnya yang hilang di Perairan Selat Sunda dapat ditemukan. Harapan tersebut disampaikan setelah operasi pencarian SAR gabungan yang berlangsung selama 10 hari resmi dihentikan. Desi berharap adanya informasi atau tanda baru yang dapat menjadi dasar untuk kembali membuka pencarian.
Peristiwa tersebut bermula ketika lima jurnalis dan tiga kru kapal KM Arupadhatu I melakukan perjalanan menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk menjalankan tugas peliputan pada 7 September 2026. Tim SAR gabungan telah melakukan penyisiran melalui jalur laut dan udara di sejumlah wilayah Selat Sunda, tetapi hingga operasi resmi berakhir belum ada temuan yang memastikan keberadaan delapan orang tersebut.
Setelah operasi dihentikan, keluarga korban tetap mempertahankan harapan dan melakukan berbagai bentuk penghormatan, termasuk tabur bunga di lokasi dugaan hilangnya kapal. Sementara itu, Basarnas menyatakan masih menunggu informasi atau petunjuk baru yang dapat menjadi dasar dilakukannya pencarian kembali. Kondisi ini membuat keluarga dan rekan-rekan jurnalis terus menantikan kepastian mengenai nasib lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang di Selat Sunda.