politik rental mobil

Adi Prayitno Ungkap Realitas Politik “Rental Mobil” dan Dinamika Hubungan Jokowi-JK

​Dalam podcast terbaru di Youtube EGI Media, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menyoroti fenomena “pecah kongsi” yang belakangan ini mewarnai hubungan antara Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK). Adi menilai bahwa klaim JK mengenai perannya dalam memuluskan jalan Jokowi menuju kursi presiden pada 2014 adalah hal yang wajar dalam kacamata politik sebagai bentuk penegasan peran aktor. Ia menjelaskan bahwa dalam sistem presidensialisme multipartai di Indonesia, koalisi seringkali bersifat pragmatis dan bisa berubah kapan saja tergantung kepentingan politik yang sedang berjalan.

 

​Lebih lanjut, Adi Prayitno menggunakan analogi tajam dengan menyebut partai politik di Indonesia kerap diperlakukan seperti “rental mobil”. Menurutnya, partai seringkali hanya digunakan sebagai kendaraan sementara untuk mencapai kekuasaan seperti dalam Pilkada atau Pilpres. Begitu kepentingan tersebut tidak lagi terpenuhi atau tidak menguntungkan, sang politisi dengan mudah akan meninggalkan partai tersebut dan mencari “rumput tetangga” yang lebih hijau. Hal ini menjelaskan mengapa hubungan yang awalnya mesra bisa mendingin seiring berjalannya waktu.

 
​Sebagai penutup, Adi memberikan pesan edukasi politik agar masyarakat tidak perlu terlalu emosional dalam menanggapi perselisihan antar elit. Ia menekankan bahwa dalam politik, lawan bisa menjadi kawan dan kawan bisa menjadi lawan dalam sekejap, sehingga istilah-istilah polarisasi seperti “cebong”, “kampret”, atau “termul” seharusnya mulai ditinggalkan. Baginya, dinamika antara Jokowi dan JK adalah bagian dari sejarah politik yang harus dilihat secara objektif tanpa harus memicu perpecahan di tingkat akar rumput.

Tonton episode lengkapnya hanya di Youtube EGI Media!

Bagikan artikel ini: