DPD Gerindra Dorong Percepatan Evakuasi Korban Gempa NTT, Ambulans Udara Dinilai Jadi Solusi Strategis

Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores dan sejumlah daerah di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026 mendorong berbagai pihak mempercepat penanganan darurat. Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskan bahwa keselamatan warga harus menjadi prioritas utama. DPR juga mendorong koordinasi untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat, mulai dari proses evakuasi korban gempa NTT, layanan kesehatan, distribusi logistik, hingga pemulihan fasilitas yang mengalami kerusakan. Dalam kondisi geografis NTT yang menantang, percepatan akses evakuasi menjadi salah satu faktor penting dalam menyelamatkan korban.

Di tingkat daerah, DPD Gerindra NTT bergerak mengoordinasikan bantuan bagi warga terdampak, khususnya para pengungsi di sejumlah wilayah Flores. Sekretaris DPD Gerindra NTT Fernando Jose Osorio Soares turun langsung ke Maumere dan menginstruksikan kader partai untuk segera hadir membantu masyarakat. Upaya tersebut mencakup penyediaan dapur umum, penyaluran sembako, air minum, tenda, dan obat-obatan, serta koordinasi dengan BPBD, TNI, Polri, Basarnas, dan relawan agar bantuan dapat menjangkau wilayah terdampak secara tepat dan cepat. Langkah ini memperkuat urgensi sistem evakuasi yang mampu menjangkau daerah sulit, termasuk melalui opsi transportasi medis udara.

Sementara itu, Palang Merah Indonesia (PMI) telah mengerahkan sekitar 35 personel, tujuh kendaraan operasional, dan tujuh ambulans untuk mendukung evakuasi serta penanganan korban gempa di NTT. Tim di lapangan juga melakukan asesmen, memberikan pertolongan pertama, mendirikan tenda pengungsian, dan menyalurkan berbagai kebutuhan darurat. Dengan luasnya wilayah terdampak dan kebutuhan layanan medis yang harus ditangani secara cepat, dorongan terhadap pemanfaatan ambulans udara untuk evakuasi korban gempa NTT menjadi gagasan strategis guna mempercepat akses pertolongan, terutama bagi korban di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Bagikan artikel ini: