Foto: EGI Media
Foto: EGI Media

Forum Islam Internasional I Digelar di Uzbekistan, Hadirkan Ratusan Ulama dan Cendekiawan dari Berbagai Negara

Uzbekistan akan menggelar Forum Islam Internasional I bertajuk “Peradaban Islam: Jalan Perdamaian, Toleransi, dan Pencerahan” pada 7–11 Juli di Tashkent, Samarkand, dan Termez. Forum yang diselenggarakan oleh Pusat Peradaban Islam di Uzbekistan bekerja sama dengan ICESCO (Islamic World Educational, Scientific and Cultural Organization) itu diperkirakan dihadiri lebih dari 300 ilmuwan, peneliti, tokoh agama, dan pakar dari Timur Tengah, Afrika Utara, Asia Tengah, Asia Selatan, hingga Eropa. Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat dialog antarperadaban sekaligus memperkenalkan Islam sebagai peradaban yang menjunjung tinggi perdamaian, ilmu pengetahuan, toleransi, dan nilai-nilai kemanusiaan.

Selama lima hari pelaksanaan, forum akan diisi dengan berbagai agenda, mulai dari sidang pleno tingkat tinggi, konferensi ilmiah internasional, pameran kaligrafi Islam dan manuskrip kuno, presentasi naskah-naskah langka, hingga pemutaran film dokumenter. Para peserta juga dijadwalkan mengunjungi sejumlah situs warisan Islam di Uzbekistan. Selain itu, forum akan menjadi ruang diskusi mengenai kontribusi para ulama besar Asia Tengah, seperti Imam Bukhari, Imam Maturidi, Imam Tirmidzi, Hakim Tirmidzi, Burhanuddin al-Marghinani, Mirzo Ulugh Beg, dan Alisher Navoi, terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teologi Islam, budaya moderasi, serta dialog antarperadaban.

Mengutip kantor berita pemerintah Uzbekistan, O’zA, dosen Akademi Internasional Studi Islam Uzbekistan Obid Tangirov mengatakan forum ini diharapkan menjadi wadah untuk memperkuat kerja sama internasional sekaligus memperkenalkan wajah Islam yang damai, toleran, dan berorientasi pada ilmu pengetahuan. Menurutnya, penyelenggaraan forum juga sejalan dengan upaya Uzbekistan membangun Pusat Peradaban Islam sebagai pusat kajian, pendidikan, dan pelestarian warisan intelektual Islam, sekaligus mendukung visi Uzbekistan Baru dan pembangunan Renaisans Ketiga melalui penguatan ilmu pengetahuan, dialog, dan nilai-nilai kemanusiaan.

Bagikan artikel ini: