Pemerintah Indonesia dan Kazakhstan sepakat memperkuat kemitraan ekonomi strategis melalui Pertemuan Sidang Komisi Bersama (SKB) Kerja Sama Ekonomi kedua yang digelar di Astana, Kazakhstan, Senin (11/5). Forum tersebut menjadi momentum penting karena kembali mengaktifkan mekanisme kerja sama bilateral yang sempat vakum sejak 2013.
Pertemuan dipimpin langsung Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto bersama Deputi Perdana Menteri sekaligus Menteri Ekonomi Nasional Kazakhstan Serik Zhumangarin. Dalam kesempatan itu, Airlangga menyebut Kazakhstan sebagai pintu gerbang utama menuju kawasan Eurasia dengan potensi ekonomi besar. Menurut dia, implementasi Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (Indonesia–EAEU FTA) akan membuka peluang kerja sama lebih luas di berbagai sektor strategis.
Duta Besar RI untuk Kazakhstan, M. Fadjroel Rachman, optimistis nilai perdagangan kedua negara dapat meningkat signifikan dari USD 244,7 juta pada 2025 menjadi USD 2 miliar. Target tersebut didukung penguatan kerja sama di bidang logistik, penerbangan langsung, bebas visa, perlindungan investasi, hingga kolaborasi energi dan mineral. Bahkan, dalam kerangka FTA Indonesia-EAEU, nilai perdagangan disebut berpotensi menembus USD 10 miliar.