Kadisdik Kalteng Buka Suara soal MBG di Tengah Karhutla, Tegaskan Keselamatan Siswa Tetap Prioritas

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, buka suara setelah potongan video rapat terkait kebijakan sekolah di tengah kabut asap karhutla viral di media sosial. Dalam video tersebut, Reza menyinggung dampak apabila sekolah diliburkan, termasuk potensi terhentinya operasional dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) dan kantin sekolah. Pernyataan itu kemudian menuai sorotan publik karena dinilai seolah-olah mempertimbangkan keberlangsungan program MBG di tengah kondisi udara yang berisiko bagi kesehatan siswa.

Menanggapi polemik tersebut, Reza menegaskan bahwa video yang beredar merupakan potongan dari rapat yang berlangsung cukup panjang, sehingga tidak menggambarkan keseluruhan pembahasan. Ia menyebut rapat Disdik Kalteng juga membahas kondisi kabut asap, mendengarkan aspirasi para pihak terkait, serta mempertimbangkan sejumlah opsi pembelajaran, termasuk Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Reza membantah anggapan bahwa pihaknya lebih mengutamakan MBG dibandingkan keselamatan peserta didik dan menegaskan bahwa keselamatan siswa tetap menjadi pertimbangan utama dalam menentukan kebijakan pendidikan.

Di tengah kondisi karhutla dan kabut asap Kalteng, pemerintah daerah kemudian menerapkan PJJ bagi sejumlah jenjang pendidikan di wilayah dengan kualitas udara yang berisiko. Reza menjelaskan bahwa kebijakan pembelajaran harus mempertimbangkan kondisi faktual di lapangan karena kualitas udara dapat berubah dengan cepat. Pelaksanaan PJJ juga mengacu pada ketentuan pemerintah, sementara program MBG memiliki pedoman tersendiri. Ia meminta masyarakat melihat persoalan tersebut secara utuh dan tidak mengambil kesimpulan hanya berdasarkan potongan video yang beredar.

Bagikan artikel ini: