Foto : bmkg.go.id
Foto : bmkg.go.id

Karhutla Meluas, Ini Sebaran Titik Panas di Kalimantan

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda sejumlah wilayah di Kalimantan dan memicu kabut asap tebal yang berdampak pada aktivitas masyarakat. Di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, kualitas udara sempat mencapai AQI 487 atau kategori berbahaya. Sebanyak 1.795 titik panas terdeteksi di Kalimantan Tengah, dengan 281 titik di antaranya berada di Kota Palangka Raya. Kondisi tersebut membuat jam masuk sekolah disesuaikan, sementara pembelajaran PAUD dialihkan secara daring.

Dampak kabut asap juga dirasakan di sejumlah daerah lain. Di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, jarak pandang pengguna jalan terganggu akibat asap pekat. Sementara di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, jam masuk sekolah bagi siswa terdampak diundur menjadi pukul 09.00 Wita. Di Banjarmasin, Polresta menggelar salat Istisqa sebagai salah satu bentuk ikhtiar menghadapi kemarau dan karhutla. Asap tebal bahkan sempat mengganggu operasional penerbangan di Bandara Internasional Syamsudin Noor, dengan 12 penerbangan terdampak akibat jarak pandang.

Upaya penanganan dilakukan di berbagai titik, termasuk Pulang Pisau yang mendorong pembangunan sumur bor permanen di kawasan rawan kebakaran. Di Kotawaringin Timur, seorang relawan harus mendapat perawatan setelah mengalami sesak napas dan kelelahan saat membantu memadamkan api. Sementara itu, di Kelurahan Sepan, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, tim gabungan berhasil memadamkan karhutla yang membakar sekitar 10,65 hektare lahan. Pemerintah dan tim gabungan terus melakukan pemadaman serta pendinginan untuk mencegah munculnya kembali titik api.

Bagikan artikel ini: