Sumber: Instagram Sistakol BGN
Sumber: Instagram Sistakol BGN
Sumber: Instagram Sistakol BGN

Nasib MBG Usai Anggaran Dipangkas Jadi Rp268 T

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengungkapkan sejumlah penyesuaian dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah anggarannya dipangkas menjadi Rp268 triliun pada 2026. Salah satu perubahan utama adalah layanan MBG untuk anak sekolah yang dikurangi dari enam hari menjadi lima hari dalam sepekan. Dadan mengatakan langkah penghematan dilakukan menyusul gejolak global, terutama akibat krisis di Selat Hormuz, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Dadan juga mengungkapkan total pagu APBN Badan Gizi Nasional pada 2026 sebesar Rp268 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp67 triliun disiapkan sebagai dana cadangan di Dana Alokasi Umum (DAU). Meski ada efisiensi anggaran dan penyesuaian layanan, Dadan memastikan anggaran bahan baku makanan per porsi tidak berubah. Pemerintah tetap mempertahankan nilai Rp10 ribu per porsi MBG. “Untuk bahan baku tetap Rp10 ribu bersifat at cost tergantung indeks kemahalan daerah,” kata Dadan.

Selain itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat menyatakan anggaran program MBG pada 2026 dipangkas dari semula Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun; “Rp268 triliun untuk sementara angkanya itu dulu, tapi ada potensi perbaikan lebih lanjut masih dihitung, Presiden sedang memperbaiki manajemen MBG dan cara mereka (BGN) membelanjakan uang” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN Kita di Kementerian Keuangan. Menurut Purbaya, penghematan dilakukan agar penggunaan anggaran BGN menjadi lebih efektif dan efisien. Pemerintah juga tengah memperbaiki tata kelola pelaksanaan program MBG.

Bagikan artikel ini: