Fenomena dua Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang berdiri berdekatan namun tidak saling terhubung di kawasan Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan, menjadi sorotan publik setelah videonya viral di media sosial. Menanggapi hal tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan segera menghubungkan kedua JPO tersebut guna meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pejalan kaki. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari upaya memperkuat integrasi transportasi publik di ibu kota sekaligus menghilangkan hambatan mobilitas yang selama ini dikeluhkan masyarakat.
Dukungan terhadap rencana tersebut juga datang dari LRT Jabodebek yang menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dengan Pemprov DKI Jakarta dalam proses penyambungan kedua JPO. Pihak LRT mengungkapkan bahwa koordinasi dengan Dinas Bina Marga telah dilakukan sejak sebelumnya, termasuk melalui inspeksi bersama untuk mengkaji kondisi lapangan. Meski demikian, terdapat sejumlah tantangan teknis, terutama terkait perbedaan elevasi atau ketinggian antara kedua jembatan, sehingga diperlukan perencanaan konstruksi yang matang agar konektor yang dibangun memenuhi standar keamanan dan aksesibilitas.
Apabila proyek penyambungan JPO di Rasuna Said berhasil direalisasikan, kawasan tersebut diproyeksikan memiliki sistem konektivitas yang jauh lebih baik antara LRT Jabodebek, TransJakarta, dan jalur pejalan kaki. Integrasi ini diharapkan dapat mempercepat perpindahan moda transportasi, meningkatkan minat masyarakat menggunakan angkutan umum, serta mendukung visi Jakarta sebagai kota yang lebih ramah bagi pejalan kaki. Keputusan Pemprov DKI dan dukungan LRT Jabodebek menjadi langkah strategis dalam menghadirkan infrastruktur transportasi yang terintegrasi, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat modern.