Foto: Ilustrasi Redaksi
Foto: Ilustrasi Redaksi
Foto: Ilustrasi Redaksi

Rupiah Kian Tertekan, Dolar AS Nyaris Sentuh Rp 17.500

Nilai tukar rupiah kembali loyo menghadapi gempuran dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan awal pekan ini. Mata uang Garuda ditutup melemah hingga nyaris menyentuh level psikologis baru di angka Rp 17.500 per dolar AS. Pelemahan ini dipicu oleh kombinasi sentimen negatif global, mulai dari indeks dolar yang terus perkasa hingga kecemasan investor terkait ketidakpastian arah kebijakan suku bunga bank sentral AS, The Fed.

Para analis melihat tekanan terhadap rupiah masih cukup besar dan belum menunjukkan tanda-tanda mereda dalam waktu dekat. Fenomena aliran modal asing yang keluar (outflow) dari pasar negara berkembang membuat permintaan terhadap greenback melonjak drastis. Kondisi ini kian diperparah oleh memanasnya tensi geopolitik serta ketidakpastian ekonomi global yang membuat rupiah menjadi salah satu mata uang dengan performa terburuk di Asia belakangan ini.

Kini, pelaku pasar tengah menanti langkah nyata dari Bank Indonesia (BI) untuk meredam volatilitas yang kian liar. Intervensi di pasar valas serta optimalisasi cadangan devisa menjadi tumpuan utama agar nilai tukar tidak semakin terperosok. Jika tekanan eksternal tak kunjung melandai, level Rp 17.500 per dolar AS bukan lagi sekadar ancaman, melainkan kenyataan pahit yang bisa terjadi dalam waktu singkat.

Bagikan artikel ini: