Foto: Rizqy / EGI Media
Foto: Rizqy / EGI Media
Foto: Rizqy / EGI Media

Said Didu Ingatkan Prabowo: Waspada Pembusukan dari Dalam dan Cengkeraman Oligarki

Analis kebijakan publik, Said Didu, memberikan peringatan keras kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai tantangan besar yang dihadapi di awal masa jabatannya. Dalam sebuah diskusi di kanal YouTube EGI Media, Said Didu menilai Prabowo saat ini sedang berada dalam posisi yang “sulit dan berbahaya”. Menurutnya, bahaya terbesar bukan datang dari pihak oposisi di luar pemerintahan, melainkan dari orang-orang di lingkaran dalam istana yang ia sebut berpotensi melakukan pembusukan dari dalam. Ia menyoroti adanya pihak-pihak yang masih membawa gaya komunikasi dan kepentingan pemerintahan sebelumnya yang dinilai tidak searah dengan visi besar Prabowo untuk bangsa.

​Said Didu juga menekankan bahwa Prabowo adalah satu-satunya presiden dari tujuh presiden sebelumnya yang berani secara terang-terangan ingin menyentuh dan melawan dominasi oligarki. Ia mengungkapkan bahwa oligarki telah menguasai berbagai instrumen vital negara, mulai dari partai politik, aparat keamanan, hingga penegak hukum. Langkah Prabowo untuk menertibkan sektor strategis seperti sawit dan tambang yang selama ini dikuasai segelintir orang adalah langkah “to kill or to be killed”. Jika Prabowo gagal memutus rantai ini, Said Didu khawatir kedaulatan negara akan sepenuhnya jatuh ke tangan para pemilik modal tersebut.

​Lebih lanjut, Said Didu menyatakan rasa frustrasinya terhadap cara Prabowo merangkul figur-figur yang sebelumnya dikenal sebagai pengkritik keras atau “penjilat” kekuasaan lama untuk masuk ke dalam timnya. Ia menyarankan agar Prabowo meninggalkan gaya komunikasi yang memecah belah dan mulai mempercayakan jabatan penting kepada orang-orang yang memiliki kriteria Patriotisme, Nasionalisme, dan Profesionalisme (PNP). Baginya, kunci keberhasilan pemerintahan Prabowo terletak pada keberanian melakukan reformasi total di tubuh institusi penegak hukum sebagai alat untuk mengambil kembali kedaulatan ekonomi dan politik dari tangan oligarki.

Bagikan artikel ini: