Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menegaskan pemerintah tidak pernah melarang kegiatan nonton bareng atau diskusi film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita. Pernyataan itu disampaikan Yusril di Surabaya setelah muncul sejumlah laporan pembubaran acara nobar di beberapa daerah. Ia menyebut tindakan tersebut bukan instruksi resmi dari pemerintah pusat maupun aparat secara terorganisir.
Menurut Yusril, kritik yang disampaikan lewat film dokumenter merupakan hal yang wajar dalam negara demokrasi. Pemerintah, kata dia, justru bisa menjadikan kritik tersebut sebagai bahan evaluasi, khususnya terkait proyek pembangunan dan ketahanan pangan di Papua. Namun, ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak langsung terpancing hanya karena judul film yang dianggap kontroversial.
Di sisi lain, Yusril meminta para pembuat film dan seniman ikut memberikan penjelasan kepada publik mengenai pesan yang ingin disampaikan dalam karya mereka. Ia menilai kebebasan berekspresi tetap harus dibarengi tanggung jawab moral agar tidak memunculkan salah tafsir di tengah masyarakat. Menurutnya, ruang diskusi dan debat terbuka lebih penting dibanding pelarangan.